HaloPria.com – Selain lagu ‘Sayang’ yang terkenal berkat dinyanyikan oleh Via Vallen, salah satu judul lagu dangdut yang sangat populer saat ini berjudul ‘Bojo Galak’ yang juga terkenal berkat dinyanyikan oleh Via Vallen. Meskipun bukan lagu asli dari Via Vallen.

Lagu yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Pendhoza, grup band asal Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini begitu familiar di telinga para pecinta dangdut, terutama pecinta dangdut pantura. Karena sebelum lagu ini masuk TV, Bojo Galak sudah terkenal di orkes-orkes pantura.

Lirik lagu ini memakai bahasa jawa, karena memang Pendhoza sendiri sangat identik dengan band yang menjunjung tinggi kearifan lokal, yakni dengan selalu memakai bahasa jawa dalam setiap lagunya.

Buat kalian yang tidak mengerti bahasa jawa, jadi isi dari lagu ini menceritakan tentang kehidupan seseorang yang memiliki istri galak. Kata “Bojo” sebenarnya bisa diartikan sebagai suami/istri, karena Pendhoza yang menyanyikan adalah cowok, maka anggap saja kata Bojo di sini berarti istri.

Digambarkan bahwa ada seorang istri yang galaknya minta ampun. Bahkan jika dihitung ada 7 sikap keterlaluan dari istri tersebut kepada suaminya yang terlalu mencintainya. Dan ini ada 7 gambaran sikap galaknya seorang istri dalam lagu Bojo Galak tersebut.

Suka marah

Pada bait pertama ada lirik “Seneng muring”, nah itu jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti suka marah. Jadi istrinya tersebut digambarkan suka marah-marah.

Perkataannya gak enak didengerin/gak bisa buat nyaman

Masih pada bait pertama terdapat lirik “Omongane sengak”. Berarti perkataannya itu gak enak didengerin. Di atasnya ada juga lirik “Nduwe bojo kok ra tau ngepenakke” itu berarti punya istri tapi tidak pernah bikin nyaman. Itu masih nyambung dengan perkataannya yang tidak bisa enak didengerin.

Istri yang tidak pernah perhatian

Pada bait ke dua ada lirik “Ngrasake bojoku sing ra tau perhatian” yang artinya “Merasakan istri yang tidak pernah perhatian”. Jadi di dalam lagu itu digambarkan kalau istrinya tidak pernah perhatian.

Istri yang suka mengurung suami

“Ameh dolan ro konco, kok ora diolehke” jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah “Ingin pergi sama teman tidak pernah dibolehin”, yang berarti sosok suami tersebut adalah tipe S4I (Suami-suami setia sama istri), bukan SUSIS (Suami takut istri).

Suka cemburuan

“Senengane nuduh dikira lungo ro liyane” atau artinya “Suka menuduh dianggap pergi sama yang lain (selingkuhan)” yang juga berarti si istri dalam lagu itu suka cemburuan.

Di mata istri, semua selalu salah

“di matamu aku iki ora tau bener” yang memiliki arti “Di matamu (istri) aku (suami) ini tidak pernah benar” dalam arti lain adalah selalu salah. Lirik selanjutnya adalah “Kabeh mbok salahno rumangsa wes paling pinter”, yang berarti sosok istri di lagu tersebut suka nyalahin karena sudah merasa paling pintar.

Suka ngamuk

Lirik “lek ra keturutan senengan mencak-mencak” berarti istri tersebut suka ngamuk kalau apa yang ia mau tidak bisa diturutin oleh suaminya.

Tapi meskipun menghadapi sosok bojo galak dengan 7 sikap yang sangat keterlaluan seperti di atas, hebatnya sosok suami dalam lagu ini bisa menerima dengan apa adanya dan tetap mencintai istrinya dengan sepenuh hati.

 

Kalau kamu punya istri dengan sikap seperti di atas, kira-kira apa yang akan kamu lakukan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here